PERANAN AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER

PERANAN AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER

PENDAHULUAN

Pengolahan informasi dalam penyajianFinancial Report semakin banyakdipergunakan sebagai alat bantu dalam

menyajikan informasi yang relevan. Hal ini

dapat diketahui sejak dikenalkan dan

digunakannya peralatan komputer dalam

bidang komersial kira-kira 20 tahun yang lalu,

hingga hampir seluruh aktivitas pemrosesan

data dan Informasi Keuangan dalam suatu

Perusahaan, Perusahaan dan Instansi

Pemerintah dari pencatatan transaksi,

penggolongan, perekaman data, perhitungan

sampai pada Financial Report dilakukan

dengan menggunakan peralatan komputer.

Dengan kemajuan teknologi di dunia usaha

yang terus menerus, Sistem Informasi

Akuntansi yang dikerjakan secara manual

sekarang dapat dilakukan dengan bantuan

komputer yaitu Sistem Informasi Akuntansi

berbasis komputer. Proses dalam akuntansi

secara manual dan berbasis komputer tidak

jauh beda, yang membedakan dalam Sistem

Informasi berbasis komputer dapat dilakukan

dengan sekali entry (input) data atau transaksi

saja, hal ini dalam buku besar akan berubah

dan secara langsung dapat merubah Financial

Report juga.

Sering kali pegawai yang menangani

pemrosesan pertama dalam input data pada

transaksi-transaksi tidak pernah melihat hasil

akhirnya, ini dapat memungkinkan adanya

kekeliruan dalam Sistem Informasi Akuntansi.

Hal ini disebabkan adanya suatu anggapan

bahwa informasi hasil keluaran komputer

selalu benar, maka dalam input data (entry

data) diperlukan suatu pengawasan atau

pengendalian. Tidak hanya entry data saja

dalam proses dan hasil output berupa

Informasi Akuntansi harus adanya suatu

pengendalian atau pengawasan sehingga dapat

memberikan informasi yang benar-benar

dapat dipergunakan oleh pihak manajemen

atau pihak lainnya.

Bidang Teknik

manajemen sebagai dasar pengambilan

keputusan untuk membuat suatu strategi

dalam menghadapi persaingan yang semakin

ketat dan juga untuk membuat suatu rencana

bagi perusahaan di masa yang akan datang,

informasi Financial Report juga merupakan

informasi bagi pihak ekstern/luar perusahaan

(pemegang saham, investor dan lain-lain).

Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis

komputer dapat memberikan masukan

mengenai baik buruknya suatu Sistem

Informasi Akuntansi, mulai dari input data,

proses dan outputnya.

Di mana suatu informasi mempunyai

karakteristik sebagai berikut: relevan, tepat

waktu, akurat, lengkap dan merupakan

rangkuman. Dengan dukungan Audit Sistem

Informasi Akuntansi berbasis komputer dapat

memberikan masukan terhadap suatu

perusahaan dengan daya saji informasi

Financial Report yang sesuai dengan

karakteristik tadi dan dapat mengetahui

kemungkinan adanya salah saji informasi.

LANDASAN TEORI

a. Hanya melibatkan proses dengan tangan

manusia dalam kegiatan key in transaksi

(mencatat dokumentasi bisnis) ke dalam

media komputer.

b. Kecermatan dengan ketepatan waktu

pencatatan dan informasi penyajian

keuangan terjamin oleh komputer.

c. Unsur yang paling kritis adalah program

komputer yang digunakan dalam

memproses kegiatan akuntansi.

Financial Report

“Laporan yang dirancang untuk para

pembuat keputusan, terutama pihak luar

perusahaan, mengenai posisi keuangan dan

hasil usaha perusahaan.” (Sumarso, 1995).

Dalam bidang pemeriksaan akuntansi

(auditing), akuntan tidak dapat lagi

menerapkan metode pemeriksaan lama dalam

lingkungan organisasi yang telah

menggunakan komputer. Ada tiga pendekatan

yang dapat dilakukan oleh akuntan dalam

memeriksa Financial Report yang telah

menggunakan Sistem Informasi Akuntansi

adalah :

Auditing Around The Computer

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang

mula-mula ditempuh oleh akuntan. Asumsi

yang digunakan dalam pendekatan ini adalah

apabila sampel keluaran dari suatu sistem

ternyata benar berdasarkan masukan sistem

tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat

diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan

pendekatan ini akuntan melakukan

pemeriksaan di sekitar komputer saja.

Auditing With The Komputer

Dengan pendekatan ini, akuntan telah

memanfaatkan komputer sebagai alat dalam

melakukan pemeriksaan. Pada bentuk yang

sederhana, komputer dilakukan sebagai alat

untuk melakukan penulisan, perhitungan,

perbandingan dan sebagainya. Bentuk yang

lebih maju dalam pendekatan ini adalah

digunakannya Generalized Audit Software

yaitu program audit yang berlaku umum

untuk berbagai klien.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian dengan Audit Sistem Informasi

Akuntansi berbasis Komputer harus ada

masukan/input data dalam suatu sistem.

Kemudian untuk memeriksa Financial Report

dilakukan dengan cara terbalik di mana

dilakukan pada Financial Report kemudian

dilakukan periksaan terhadap aplikasi sampai

dengan data/inputan data.

Uraian proses akuntansi di atas :

1. Data/voucher, merupakan catatan pertama

dari setiap transaksi yang akan digunakan

sebagai dasar menginput.

2. Data/voucher diproses dalam sistem.

3. Setelah diproses, sistem mengoutput data

menjadi informasi.

4. Output tersebut adalah Jurnal, Neraca,

Laba/Rugi, Arus Kas, Laporan Audit dan

lain-lain.

5. Di mana data/voucher yang diinput

jumlahnya harus sama dengan hasil output

Jurnal.

6. Hasil proses disimpan.

7. Input/voucher pada waktu input data harus

sama (jumlahnya) dengan output (Jurnal).

Dalam pengolahan transaksi dengan

komputerisasi, seluruh proses kegiatan mulai

dari Jurnal, Buku Besar, Neraca dan lain-lain

dikerjakan oleh sistem aplikasi, di mana

sistem aplikasi yang akan memproses semua

data/voucher dengan cepat, cermat dan

lengkap.

Sistem aplikasi tersebut dapat memberikan

Financial Report secara cepat dengan kriteria

atau standar penyajian Laporan Keuangan,

Financial Report tersebut merupakan

kebutuhan manajemen yang mutlak dipenuhi

oleh perusahaan.

Penyajian Financial Report pada perusahaan,

diperlukan suatu Sistem Informasi Akuntansi

yang efektif yang dapat memenuhi informasi

bagi pihak intern maupun ekstern yang up to

date, dengan Sistem Informasi Akuntansi

berbasis komputer harus mampu mengatasi

permasalahan informasi Financial Report

dalam perusahaan.

MSI (Method Of Sucessive Interval)

Karena skala yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu ordinal, maka diubah dari

skala ordinal menjadi skala interval yang

langkahnya :

a. Perhatikan (f) responden (banyaknya responden yang memberikan respons yang ada).

b. Bagi setiap bilangan pada (f) oleh (n), sehingga diperoleh proporsi.

c. Jumlahkan (p)secara berurutan setiap respons dan keluar (pk).

d. Proporsi kumulatif (pk) dianggap mengikuti distribusi normal baku.

e. Hitung SV (Scale Value = nilai skala).

f. SV (Scale Value) yang nilainya terkecil (harga negatif yang terbesar) diubah menjadi satu (1).

Hasil MSI lihat di lampiran, di mana hasil dari keduanya dipisahkan menjadi variabel X  dan Y. Di mana skor variabel X dan Y dicari korelasinya menggunakan analisis korelasi sederhana pearson, dengan tabel penolong (MSI), hasil korelasinya yaitu 0,597.

Korelasi Sederhana Dan Koefisien

Determinasi

Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan koefisien korelasi person di mana hasil dari jawaban responden variabel X dan variabel Y dicari skornya, kemudian dikorelasikan yang hasilnya adalah Di mana 0,591 nantinya dimasukkan pada statistik uji hipotesis. Maka untuk menentukan keeratan hubungan kedua variabel bisa menggunakan kriteria Guilford. Dari hasil koefisien korelasi person di atas, dapat diketahui bahwa nilai korelasi Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer dan Penyajian Financial Report sebesar 0,591. Nilai 0,591 artinya antara korelasi Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer mempunyai peranan dalam Penyajian Laporan Keuangan, di mana apabila semakin baiknya suatu Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer semakin baik juga dalam penyajian Laporan Keuangan. Hubungan ini menurut aturan Guilford menunjukkan hubungan yang cukup.Setelah diketahui koefisien Korelasi Pearson dengan variabel X dan variabel Y, selanjutnya kita uji lagi dengan koefisien determinasiKoefisien determinasi adalah kuadrat koefisien korelasi yang menyatakan besarnya persentase perubahan Y yang bisa diterangkan oleh X melalui hubungan Y dengan X, di mana perhitungannya sebagai berikut:

Dengan koefisien determinasinya adalah

59,1% hal ini menjelaskan bahwa Peranan

Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis

Komputer adalah sebesar 59,1% dan sisanya,

yaitu 100% – 59,1% = 40,9% dijelaskan oleh

variabel lain, misalnya terjadi kerusakan pada

sistem informasi (BOSS) dan pemakai (user)

tidak dapat memperbaikinya, sehingga terjadi

keterlambatan dalam penyajian informasi

Laporan Keuangan.

KESIMPULAN

Dari pembahasan yang penulis

lakukan, maka penulis dapat melakukan

kesimpulan sebagai berikut :

Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis

komputer merupakan suatu pemeriksaan

mulai dari input sampai dengan output.

Dengan pemeriksaan sebagai berikut :

Output diperiksa apakah Financial

Report/output lainnya sesuai dengan

standar yang ada.

Proses pada Sistem Informasi Akuntansi

berbasis komputer diperiksa apakah

pemrograman menjamin kecepatan,

ketelitian dan relevansi suatu

informasi.

Pemeriksaan dilakukan pada input yang

dimasukkan tersebut valid atau tidak

dan sesuai dengan ouput atau tidak.

Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis

komputer mempunyai peranan dalam

Penyajian Financial Report. Sehingga

Financial Report dapat dijadikan

informasi bagi pihak intern maupun

ekstern dan juga merupakan dasar

pengambilan keputusan.

sumber : http://achodik.wordpress.com/2010/11/09/peranan-audit-sistem-informasi-akuntansi-berbasis-komputer/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: