SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL

Latar Belakang

Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dewasa ini menjadikan

Persaingan usaha semakin ketal. Hanya perusahaan yang memiliki

Berbagai keunggulan kompetitif dalam mengelola

Berbagai informasi, sumber daya manusia, alokasi

dana,

penerapan

teknologi,

sistem

pemasaran

dan pelayanan

yang akan

mampu memenangkan

persaingan.

Menyadari berbagai keterbatasan yang

dimiliki,

pada umumnya

usaha

kecil

mempunyai

strategi

tersendiri,

yaitu

dengan membuat produk yang khusus,

unik,

dan

spesial

dengan

daerah

pemasaran

yang tidak

terlalu

jauh

sehingga perilaku konsumen dapat benar-

benar dipahami serta komunikasi dengan

konsumen berjalan cepat, disamping juga

menghindari

bersaing langsung dengan

usaha besar. Keterbatasan

permodalan

menjadikan

mereka

bersifat luwes dan

sering menghasilkan inovasi-inovasi untuk

dapat berkembang

menjadi besar.

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keci/,

Fongnawati Budhijono, Krist yo wati

Terlepas dari kiat-kiat yang ditempuh,

kelemahan

yang sering dijumpai pad a

usaha kecil adalah dalam keorganisasian,

keuangan, administrasi, pembukuan dan

pemasaran. Kelemahan

keorganisasian

umumnya berupa tidak jelasnya struktur

organisasi dan pembagian

tugas serta

wewenang. Selain itu status karyawan,

seringnya unsur keluarga diikutcampurkan

ke dalam persoalan-persoalan

usaha,

sistem penggajian dan kepegawaian yang

tidak

beres.

Kelemahan

di bidang

pemasaran, berupa ketidakserasian antara

program

produksi

dan

penjualan.

Kurangnya

penelitian

pasar

juga

menjadikan

mereka tidak tahu dengan

jelas bagaimana

posisi pasarnya, cara

menghadapi

persaingan,

apa guna

promosi,

dan

lain-lain.

Berbagai

kekurangan

ini sering

memunculkan

jebakan melakukan perluasan usaha yang

emosional tanpa dukungan data dan fakta

yang aktual.

Dalam bidang keuangan, ada hal-hal

yang sering diabaikan

para pengusaha

47

http://www.univpancasila.ac.id

7/24

kecil, kebanyakan mereka tidak atau

belum

menerapkan

prinsip-prinsip

pengelolaan

keuangan

yang baik,

terutama

usaha kecil perorangan.

Pengendalian keuangan umumnya tanpa

pedoman terinci per tahun, tri wulan, per

bulan atau mingguan. Kelemahan ini

seringkali terungkap ketika mereka akan

mengambil kredit di bank, kebanyakan

mereka belum memiliki sistem pembukuan

yang teratur dan tertib. Hal lain yang

sering dianggap remeh adalah tidak

adanya batasan tegas dan jelas antara

harta pribadi dengan usaha. Seorang

pengusaha yang juga pemilik tunggal

sering mengabaikan gajinya sendiri atau

anggota keluarganya yang ikut terlibat

dalam usaha. Dalam bidang pembukuan

dan administrasi, banyak pengurus usaha

kecil yang tidak membiasakan

diri

membuat

catatan-catatan

tentang

kegiatan-kegiatan

yang terjadi dalam

usahanya. Data transaksi, keuangan, janji-

janji dagang, harta, persediaan dan

sebagainya sangat terbatas sekali. Proses

produksi menjadi terhambat hanya akibat

tidak diketahui bahwa persediaan sudah

habis karena tidak ada catatan gudang

atau

produksi.

Pemilik

hanya

mengandalkan daya ingat dengan sedikit

catatan untuk menunjang kebijaksanaan

yang

diambil.

Mereka

cenderung

menggunakan naluri dalam mengelola

usahanya. Dalam prinsip pengelolaan

modern, catatan tentang semua aktifitas

usaha mutlak diperlukan. Kebijaksanaan

usaha hanya dapat diambil dengan tepat

jika tersedia cukup data yang menunjang.

Data ini berasal dari hasil evaluasi atas

jalannya usaha. Jika catatan aktifitas

usaha tidak tersedia, tentunya evaluasi itu

tidak dapat dilakukan

dengan baik.

Penggunaan informasi akuntansi yang

memadai merupakan suatu alat bagi

pemilik

untuk

mengarahkan

dan

mengendalikan

usaha-usaha

yang

melampaui pengamatan dan pengawasan

perorangan yang tidak dapat dijalankannya

sendiri.

Beberapa penelitian telah dilakukan di

Indonesia, menunjukkan bahwa praktek

akuntansi usaha kecil di Indonesia belum

berjalan dangan baik. Banyak kelemahan

dalam praktek akuntansi pada usaha kecil.

Kelemahan tersebut disebabkan oleh

beberapa faktor, antara lain faktor

pendidikan dan overload standar akuntansi

yang

dijadikan

pedoman

dalam

penyusunan pelaporan keuangan. Selain

itu faktor yang lain adalah ukuran bisnis,

masa memimpin operasional usaha dan

sektor industri. Penelitian yang dilakukan

Murniati (2002), variabel yang secara

signifikan mempengaruhi penyiapan dan

penggunaan

informasi akuntansi di

perusahaan kecil adalah pendidikan

pemilik dan subsektor industri. Sedangkan

menurut penelitian Holmes dan Nicholls

(1989) menyatakan bahwa ukuran bisnis,

masa manajemen memimpin operasional

usaha, sektor industri, dan pendidikan

pemilik atau manajer usaha berpengaruh

secara signifikan terhadap penggunaan

sistem akuntansi di perusahaan kecil. Dari

hasil penelitian di atas, penulis ingin

membandingkan hasil penelitian tersebut

dengan periode yang berbeda serta

dengan ruang lingkup yang berbeda pula.

Apakah dengan variabel yang sama akan

memberikan hasil yang sama dengan

penelitian yang terdahulu.

Gambaran Obyek penelitian

Sebagai obyek dalam penelitian ini

adalah usaha-usaha kecil yang ada di kota

Salatiga, baik industri rumah tangga

maupun usaha kecil untuk pertanian atau

jasa pariwisata dan jasa umum yang

memiliki tenaga kerja 1-19 orang dan

mempunyai modal sendiri tidak lebih dari

150 juta rupiah serta turn over tidak

melebihi 600 juta rupiah per tahun. Untuk

usaha industri, pertambangan dan jasa

konstruksi diambil yang mempunyai modal

sendiri berjumlah maksimum 250 juta

rupiah dan perputaran modal maksimum

1 milyar rupiah per tahun.

Masalah Penelitian

Banyak kegagalan perusahaan keeil

dalam usahanya, dikarenakan kurangnya

informasi akuntansi dalam manajemen

perusahaan.

Seringkali

pemilik

mengabaikan masalah peneatatan semua

kegiatan usaha yang sangat diperlukan

bagi kelanearan dan pengelolaan usaha.

Ketersediaan

informasi

yang baik

semestinya dapat membantu mereka

dalam mengelola organisasi seeara

menguntungkan.

Tujuan Penelitian dan Manfaat

Tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui sejauh mana latar belakang

pendidikan dan pengalaman memimpin

pemilik usaha, jenis usaha serta skala

usaha mempengaruhi penggunaan sistem

informasi akuntansi. lnformasi yang

diperoleh diharapkan dapat membantu

pihak-pihak yang berkepentingan terhadap

usaha keeil sehingga dapat mengambil

keputusan bisnis yang rasional serta

sebagai bahan pertimbangan

dalam

menentukan kebijaksanaan khususnya

dalam pembinaan akuntansi pada usaha

keeil dan pembinaan sub sektor usaha

keeil pada umumnya.

LANDASAN TEORI

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem

Informasi

Akuntansi

didefinisikan

sebagai manusia dan

sumber-sumber modal suatu organisasi

yang bertanggung jawab untuk penyiapan

informasi keuangan dan juga informasi

yang diperoleh dari pengumpulan dan

pengolahan data transaksi (Barry

E.

Cushing, 1996)

Usaha Kecil

Usaha Keeil adalah perusahaan yang

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keeil,

Fongnawati Budhijono, Kristyowati

memiliki tenaga kerja antara 1-19

orang. (BPS Indonesia, 2000)

Menurut Laporan

Hasil-hasil Rapat

Kerja Nasional ke I Kompartemen

Pembinaan

Pengusaha

Keeil Kadin

Indonesia,

Jakarta,

Maret 1985,

membagi berdasarkan sektor-sektor

usaha yaitu usaha perdagangan,

pertanian atau jasa pariwisata dan jasa

umum terdapat modal sendiri yang

jumlahnya tidak melebihi 150 juta

rupiah dan perputaran modal (turn

over) tidak melebihi 600 juta rupiah per

tahun.

Untuk

usaha

industri,

pertambangan dan jasa konstruksi,

modal sendiri berjumJahmaksimal 250

juta rupiah dan perputaran modal

maksimal 1 milyar rupiah per tahun.

Sistem informasi akuntansi merupakan

suatu sistem informasi yang menerima

data, kemudian mengolahnya menjadi

informasi, berupa informasi keuangan

(Muhammad Yusuf, 2000). Informasi yang

dihasilkan tersebut ditujukan kepada pihak

eksternal perusahaan

dan internal

perusahaan,

yang berguna

untuk

pengambilan keputusan ekonomik. Sistem

informasi akuntansi harus berstruktur,

mudah dijalankan dan memungkinkan

untuk segera mendeteksi kesalahan.

Sistem informasi harus dapat memberi

petunjuk untuk menemukan penyebab dan

lokasi kesalahan. Oleh karena itu, sistem,

prosedur dan teknik pemrosesan eukup

penting untuk dipahami karena sistem

pemrosesan data mempengaruhi kualitas

dan jenis informasi yang dihasilkan.

Didalam perusahaan penggunaan sistem

informasi akuntansi sangat penting untuk

berbagai kebutuhan dalam pengambilan

keputusan. Terutama bagi usaha keeiJ

yang akan terus berkembang, sistem

informasi akuntansi merupakan alat bagi

pemilik usaha untuk dapat mengarahkan

dan mengendalikan usahanya untuk dapat

mengelola

organisasi

seeara

menguntungkan

guna

menunjang

kelangsungan hidup perusahaan.

Masih banyak usaha kecil yang belum

menggunakan secara maksimal informasi

akuntansi dalam usahanya. Pengusaha

kecil umumnya

belum

melakukan

perencanaan, pencatatan serta pelaporan

keuangan yang rutin dan tersusun baik.

Hal ini menyebabkan perusahaan tidak

mempunyai dokumentasi

informasi

kegiatan usaha dengan baik. Akibatnya,

pada saat perusahaan harus berhubungan

dengan pihak luar, misalnya pengajuan

kredit, tidak dapat ditunjukkan laporan

keuangan

perusahaan.

Kalaupun

pengusaha sudah melakukan pencatatan,

cara dan sistem pencatatannya tidak

sesuai dengan sistem pencatatan yang

standar.

Pengaruh Latar Belakang Pendidikan

Pemilik terhadap Penggunaan Sistem

Informasi Akuntansi

Dalam hal pendidikan, sangat jelas

bahwa skills dalam segala bidang mulai

dari buruh hingga manajer sangat

menentukan keberhasilan suatu usaha.

Hasil studi empiris dari Mc Pherson

di

Afrika memperlihatkan

bahwa tingkat

sumber daya manusia sangat berpengaruh

terhadap laju pertumbuhan output dan

perkembangan industri rumah tangga.

Peningkatan efisiensi dan produktifitas

sangat dibutuhkan oleh tingkat ketrampilan

atau pendidikan pekerja dan pengusaha

atau manajer (Mc Pherson, 1996).

Penelitian

Murniati

(2002)

menyebutkan bahwa pendidikan pemilik

atau manajer mempengaruhi secara

signifikan terhadap penggunaan sistem

informasi akuntansi pada perusahaan

kecil. Kemampuan dan keahlian pemilik

atau manajer perusahaan kecil sangat

ditentukan dari pendidikan formal yang

pernah ditempuh. Tingkatan pendidikan

formal yang rendah (SD sampai SMU) dari

manajer perusahaan, penggunaan sistem

informasi akuntansi akan lebih rendah

dibandingkan dengan pemilik atau manajer

dengan pendidikan yang tinggi (Perguruan

Tinggi).

Pengaruh

Pengalaman

Memimpin

terhadap Penggunaan Sistem Informasi

Akuntansi

Pengalaman adalah sesuatu hal yang

pernah dialami, diketahui, dikerjakan,

dirasakan, ditanggung, dan sebagainya.

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002).

Pengalaman memimpin usaha merupakan

masa atau lamanya seseorang pernah

menjadi pimpinan suatu usaha. Dalam

penelitian

ini tingkat pengalaman

memimpin

usaha diukur pada saat

seseorang tersebut mulai menerima

tanggungjawab sebagai pemimpin usaha

sampai penelitian

ini dilaksanakan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan

Holmes dan Nicholls (1989), masajabatan

pemimpin

mempengaruhi

secara

signifikan terhadap penggunaan informasi

akuntansi pada perusahaan kecil. Dalam

memimpin operasional suatu usaha,

pemimpin akan memperoleh pengalaman

dari berbagai pihak baik dari luar

perusahaan

maupun

dari dalam

perusahaan. Pengalaman pengelolaan

perusahaan

manajer

akan

terus

bertambah

seiring

dengan

masa

jabatannya memimpin usaha. Semakin

lama seseorang memimpin suatu usaha,

maka semakin banyak memperoleh

pembelajaran

bagaimana

ia dapat

mengelola usaha.

Pengaruh

Jenis Usaha terhadap

Penggunaan

Sistem

Informasi

Akuntansi

Jenis usaha suatu perusahaan akan

memberikan variasi informasi akuntansi

yang perlu disiapkan dan digunakan.

Penelitian Holmes dan Nicholls

(1989)

memperlihatkan bahwa kelompok atau

sektor industri mempengaruhi jumlah

Model

Dalam penelitian ini digunakan model

penelitian sebagaimana tampak pada

gambar 1.

Gambar 1

Modellatar belakang pendidikan,

pengalaman memimpin dan jenis usaha

mempengaruhi penggunaan

SIA pada

usaha keei/

mempekerjakan antara 1 sampai 4 orang,

usaha disebut industrial cottage dan bila

mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang

tenaga kerja disebut industri skala kecil.

Dalam penelitian ini kategori industrial

cottage dimasukkan dalam kategori usaha

kecil.

Hasil penelitian Holmes dan Nicholls

(1989), skala usaha berhubungan positif

terhadap tingkat penyediaan akuntansi.

Apabila skala usaha meningkat, maka

proporsi perusahaan dalam penyediaan

informasi akuntansi meningkat.

Penggunaan SIA

pada usaha kecil

Skala

usaha

Jenis

usaha

Pengalaman

memimpin

Latar belakang

pendidikan

informasi akuntansi yang disiapkan dan

digunakan

perusahaan

kecil. Hasil

penelitian tersebut memperlihatkan bahwa

informasi akuntansi statutory, budget,

additional lebih banyak disiapkan dan

digunakan dalam sektor manufaktur

dibandingkan

dengan

sektor lain,

sedangkan informasi akuntansi statutory

dan budget lebih banyak disiapkan dan

digunakan sektor transportasi. Dalam

penelitian yang dilakukan oleh Murniati

(2002), Statutory

merupakan informasi

akuntansi yang diwajibkan oleh undang-

undang yang berlaku, misalnya laporan

laba rugi, arus kas, neraca dan laporan

perubahan modal. Budget (anggaran)

merupakan data perencanaan keuangan

perusahaan, seperti anggaran penjualan,

anggaran biaya produksi, anggaran biaya

operasi,

dan anggaran

arus kas.

Sedangkan

additional

merupakan

informasi tambahan

yang biasanya

disediakan untuk keperluan pengolahan

perusahaan

dan untuk mendukung

pengambilan keputusan yang lebih baik,

misalnya laporan biaya produksi, rasio

keuangan, titik impas, laporan sumber dan

penggunaan modal kerja, daftar umur

piutang dan laporan posisi persediaan.

Konferensi Nasional Usaha Keei/” di

Jakarta,

tanggal

7-8 Oktober

1988,

membagi usaha kecil ke dalam beberapa

sektor yaitu, sektor pertanian, industri

pangan, industri tekstil, industri kayu dan

kerajinan, industri kulit, industri logam,

industri perdagangan dan jasa.

Pengaruh

Skala

Usaha

terhadap

Penggunaan

Sistem

Informasi

Akuntansi

Skala usaha merupakan

ukuran

besaran suatu usaha. Dalam usaha kecil,

skala usaha tercermin dari segi jumlah

tenaga kerja full time (Murniati, 2003).

BPS mendefinisikan

usaha kecil

didasarkan padajumlah tenaga kerja yang

diserap.

Bila

aktifitas

usaha

METODOLOGI PENELITIAN

Gambaran Populasi dan Sampel

Sebagai populasi dalam penelitian ini

adalah semua usaha kecil di kota Salatiga,

yang berjumlah

1761 Unit Usaha.

Penentuan jumlah sampel yang akan

diteliti mengacu pada rules of thumb yang

diajukan Roscoe (1975), dalam analisis

berganda ukuran sampel adalah kelipatan

(sepuluh kali atau lebih) jumlah variabel

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keei/,

Fongnawati Budhijono, Kristyowati

(Supramono & Intyas Utami, 2003 : 65).

Penelitian ini menggunakan lima variabel,

jadi jumlah sampel yang diteliti minimal

berjumlah 50 atau lebih. Pengambilan

sam pel menggunakan

Judgement

sampling method dengan memfokuskan

penelitian pada pemilik usaha dengan

pertimbangan

pemilik yang sekaligus

sebagai pengelola

usaha memiliki

informasi

yang dibutuhkan

dalam

penelitian ini.

Aras Pengukuran

Konsep

Dalam penelitian ini, konsep diukur

pad a

aras

pengukuran

interval,

sedangkan

untuk tingkat penggunaan

sistem

informasi akuntansi, diukur

dengan menggunakan skala 0 hingga 4

dengan ketentuan pilihan jawaban sangat

tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu,

setuju, sangat setuju. Data diperoleh

melalui kuisioner yang disebarkan kepada

para pemilik usaha kecil di kota Salatiga.

Dalam

penelitian

ini kuesioner

disusun dengan 21 pernyataan untuk

mengukur tingkat penggunaan sistem

informasi akuntansi pada perusahaan

kecil. Analisis dimulai dengan menguji

validitas terlebih dahulu, baru diikuti

oleh uji reliabilitas. Dari tampilan output

SPSS (reliability analysis) pada kolom

Corrected

Item – Total Correlation

terlihat bahwa nilai r masing-masing

butir pernyataan (butir 1- butir 21) nilainya

> r tabel ( nilai r tabel dengan df 66 =

0,16). Jadi dapat disimpulkan bahwa

masing-masing pernyataan adalah valid.

Dari tampilan Reliability Analysis, didapat

nilai Cronbach Alpha = 0,9334. Angka ini

jauh di atas 0,06, jadi dapat disimpulkan

bahwa reliabilitas dari konstruk atau

variabel penggunaan sistem akuntansi

tinggi.

Sumber : repository.univpancasila.ac.id/index.php?option=com_docman…


%d blogger menyukai ini: